SATUAN
ACARA PENYULUHAN
SAP
Pokok
bahasan : Menurunkan kecemasan pasien dan penunggu pasien pre
operasi
Sub
Pokok Bahasan :
Persiapan operasi, Kamar operasi dan Alur masuk
kamar operasi
Sasaran : Pasien
dan penunggu pasien pre
operasi
Target
:
Pasien dan penunggu pasien pre
operasi di ruang ...
Waktu : 1x 45 menit
Hari/tanggal : Jum’at, 24 April 2014, pukul 08.30 WIB
Tempat
: Depan ruang ...
Penyaji : …
I. Latar
Belakang
Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial
maupun aktual pada integritas seseorang
yang dapat membangkitkan reaksi stress fisiologis maupun psikologis. Setiap pasien
pre operasi akan mengalami reaksi emosional berupa kecemasan. Penyebab kecemasan
pasien sebelum operasi diantaranya takut nyeri, takut idak bangun karena dibius
dan takut menghadapi ruang operasi, peralatan dan petugas operasi.Oleh karena
itu pasien dan keluarga perlu mendapat penyuluhan tentang prosedur masuk ruang
operasi dan urutan kegiatan selama diruang operasi.
II.
Tujuan Instruksional
a.
Umum
Setelah mengikuti kegiatan
penyuluhan, pasien tidak lagi cemas/takut untuk masuk ruang operasi dan
menghadapi operasinya begitu pula dengan keluarganya.
b.
Khusus:
Setelah mengikuti proses penyuluhan
klien dan keluarga diharapkan mampu:
1.
Menjelaskan apa yang
dimaksud dengan operasi ?
2.
Menyebutkan
3 persiapan pasien operasi
3.
Menjelaskan
apa yang disebut kamar operasi?
4.
Menyebutkan 3
profesi yang ada dalam team operasi?
5.
Menyebutkan 3
peralatan didalam kamar operasi
6.
Menyebutkan 3
prosedur/kegiatan pasien didalam kamr operas
III.
Materi
(terlampir)
IV.
Metode
1.
Ceramah
2.
Diskusi
3.
Tanya jawab
V. Media
1.
LCD
2.
Leaflet
VI. Kegiatan
Penyuluhan
|
No
|
Kegiatan
|
Respon
peserta
|
Waktu
|
|
1
|
Pendahuluan
:
Ø Menyampaikan
salam
Ø Perkenalan
Ø Menjelaskan
tujuan
Ø Apersepsi
|
Ø Menjawab
salam
Ø Mendengarkan
Ø Memberikan
respon
|
5 menit
|
|
2
|
Penjelasan
Materi :
1. Definisi operasi
2. Persiapan pasien
operasi
3. Definisi kamar operasi
4. Bagian –Bagian kamar operasi
5. Profesi dalam team operasi
6. Peralatan didalam kamar operasi
7. Alur pasien didalam kamar operasi
|
Mendengarkan dan memperhatikan
|
25 menit
|
|
3
|
Penutup
a.
Tanya jawab
dan evaluasi
b.
Menyimpulkan
materi
c.
Salam
penutup
|
Menanyakan hal-hal yang belum jelas dan menjawab pertanyaan dari
penyuluh
Mendengarkan
Menjawab salam
|
15 menit
|
VII. SETING
TEMPAT
VIII. PENGORGANISASIAN
Penyuluh :
…
Fasilitator :
…
Moderator :
…
IX. Evaluasi
Evaluasi proses :
- Peserta hadir tepat waktu
-
Peserta aktif bertanya dan menjawab
-
Acara berjalan tepat waktu dan tanpa gangguan
Evaluasi
hasil:
Tanya
jawab lisan dengan pertanyaan sbb:
1.
Jelaskan apa yang
dimaksud dengan operasi ?
2.
Sebutkan 3 persiapan
pasien operasi
3.
Jelaskan apa yang
disebut kamar operasi?
4.
Sebutkan 3
profesi yang ada dalam team operasi?
5.
Sebutkan 3
peralatan didalam kamar operasi
6.
Sebutkan 3
prosedur/kegiatan pasien didalam kamr operasi
X. DAFTAR
PUSTAKA
http://www.abrorshodiq.wordpress.com/kamar-operasi-1/ diambil pada7 april 2014.pukul 10.00 WIB
http://www.cintabedah.weebly.com/kamar-operasi.html/ diambil pada 7 april 2014 pukul 10.00 WIB.
Muttaqin,Adan
Sari..2009.Asuhan Keperawatan Perioperatif
Konsep, proses,dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.
Suzanne C. 2002. Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah Brunner &Suddarth.
Vol. 2. Jakarta: EGC.
http://www.leviani232844.blogspot.com/.../perawatan-sebelum-op.../ diambil tangga
Lampiran
Pre Operasi, Kamar Operasi dan Alur masuk kamar
operasi
I. Pre Operasi
A. Pengertian
Operasi merupakan
tindakan pembedahan pada
suatu bagian tubuh (Smeltzer and Bare, 2002).
Preoperatif adalah
fase dimulai ketika
keputusan untuk menjalani operasi atau
pembedahan dibuat dan
berakhir ketika pasien
dipindahkan ke meja operasi (
Smeltzer and Bare, 2002 ). pasien
preoperasi akan mengalami reaksi
emosional berupa kecemasan.
Berbagai alasan
yang dapat menyebabkan ketakutan/kecemasan pasien
dalam menghadapi pembedahan antara lain :
1.
Takut nyeri setelah
pembedahan
2.
Takut terjadi
perubahan fisik, menjadi
buruk rupa dan
tidak berfungsi normal (body
image)
3.
Takut keganasan (bila
diagnosa yang ditegakkan belum pasti)
4.
Takut/cemas mengalami
kondisi yang sama
dengan orang lain
yang mempunyai penyakit yang sama.
5.
Takut/ngeri menghadapi
ruang operasi, peralatan
pembedahan dan petugas.
6.
Takut mati saat
dibius/tidak sadar lagi.
7.
Takut operasi gagal.
Ketakutan dan
kecemasan yang mungkin
dialami pasien dapat mempengaruhi respon
fisiologis tubuh yang
ditandai dengan adanya perubahan-perubahan fisik
seperti : meningkatnya
frekuensi nadi dan pernafasan, gerakan-gerakan tangan yang
tidak terkontrol, telapak tangan yang lembab, gelisah, menanyakan pertanyaan
yang sama berulang kali, sulit tidur, dan sering berkemih.
Persiapan fisik maupun pemeriksaan
penunjang serta persiapan mental sangat
diperlukan karena kesuksesan
suatu tindakan pembedahan
klien berawal dari kesuksesan
persiapan yang dilakukan
selama tahap persiapan. Kesalahan yang
dilakukan pada saat
tindakan preoperatif apapun
bentuknya dapat berdampak pada
tahap-tahap selanjutnya, untuk
itu diperlukan kerjasama yang
baik antara masing-masing
komponen yang berkompeten untuk menghasilkan
outcome yang optimal,
yaitu kesembuhan pasien
secara paripurna .
B. Jenis-jenis operasi
1.Citto : Kondisi darurat
2. Elektif : Terencana, memerlukan persiapan
2. Elektif : Terencana, memerlukan persiapan
C. Persiapan pasien
1. Persiapan Fisik
a.
Status kesehatan fisik
secara umum
b.
Status Nutrisi
c.
Keseimbangan cairan dan
elektrolit
d.
Kebersihan lambung dan
kolon
e.
Pencukuran daerah
operasi
f.
Personal Hygine
g.
Pengosongan kandung
kemih
2. Persiapan Penunjang
a.
Pemeriksaan Radiologi
dan diagnostik, seperti
: Foto thoraks,
b.
Pemeriksaan Laboratorium,
berupa pemeriksaan darah
c.
Biopsi
d.
Pemeriksaan Kadar Gula
Darah (KGD).
3. Pemeriksaan Status Anestesi
Pemeriksaaan status
fisik untuk dilakukan
pembiusan ditujukan untuk keselamatan selama
pembedahan. Sebelum dilakukan
anestesi demi kepentingan
pembedahan, pasien akan mengalami pemeriksaan status fisik yang diperlukan
untuk menilai sejauh mana resiko pembiusan terhadap diri pasien.
4. Informed Consent
Berisi persetujuan operasi
dan persetujuan anestesi yang ditandatangani oleh pasien dan disaksikan oleh
keluarga. Hal ini sangat
penting terkait dengan
aspek hukum, tanggung jawab dan
tanggung gugat.
Baik pasien maupun keluarganya harus
menyadari bahwa tindakan
medis, operasi sekecil apapun
mempunyai resiko.
II. Kamar
Operasi
Kamar operasi
adalah suatu unit khusus di rumah sakit, tempat untuk melakukan tindakan
pembedahan, baik elektif maupun akut, yang membutuhkan keadaan suci hama
(steril).
A.
Bagian Kamar Operasi
1. Secara umum lingkungan kamar operasi terdiri dari 3 area.
a. Area
bebas terbatas (unrestricted area)
Pada area ini petugas dan pasien tidak perlu
menggunakan pakaian khusus kamar operasi..
b. Area
semi ketat (semi restricted area)
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian
khusus kamar operasi yang terdiri atas topi, masker, baju dan celana
operasi.
c. Area
ketat/terbatas (restricted area).
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus
kamar operasi lengkap yaitu : topi, masker, baju dan celana operasi serta
melaksanakan prosedur aseptic.
- Ada
ruangan persiapan untuk serah terima pasien dari perawat ruangan kepada
perawat kamar operasi
2. Peralatan
Peralatan
yang digunakan didalam kamar operasi antara lain:
a.
Meja operasi: tempat tidur pasien yang akan dioperasi.
b.
Lampu Operasi
c.
Bed set monitor: Alat untuk memonitor kondisi pasien selama operasi:
meliputi Tekanan Darah, Nadi, Respirasi, Denyut jantung.
B. Team kamar operasi
Dalam setiap kalipelaksanaan operasi, ada beberapa
profesi yang terlibat didalamnya.
1.Operator: merupakan pembedah yang menentukan jalannya operasi
2.Asistenoperator: membantu operator dalam bertindak.
3.Scrubnurse : merupakan perawat yang bertugas memberikan alat atau instrumen operasi.
1.Operator: merupakan pembedah yang menentukan jalannya operasi
2.Asistenoperator: membantu operator dalam bertindak.
3.Scrubnurse : merupakan perawat yang bertugas memberikan alat atau instrumen operasi.
4.Circulating nurse :
perawat non steril yang membantu memfasilitasi operasi
5. Dokter anestesi : Dokter yang membius pasien.
5. Dokter anestesi : Dokter yang membius pasien.
6.Perawat
anestesi: Perawat yang memfasilitasi
dokter anestesi dan mendampingi pasien selama proses operas
C. Prosedur/kegiatan pasien di kamar operasi
1. Proses penerimaan pasien
Perawat mengkaji identitas
pasien dengan mencocokan identitas di gelang dengan di status pasien yang
meliputi: Nama Pasien, Umur, Jenis Pembedahan dan Dokter yang akan melakukan
pembedahan. Kemudian disesuaikan dengan jadwal yang terpampang dipapan. Setelah didentifikasi
pasien akan dibawa kekamar operasi kemudian pindah ke meja operasi.
2.
Kegiatan di Kamar Operasi
Fase
ini disebut sebagai fase intra operatif, pasien akan mengalami berbagai
prosedur. Antara lain:
1.
Prosedur pemberian
anestesi/Pembiusan
2.
Pengaturan posisi bedah
3.
Tindakan pembedahan
Setelah
pemebedahan selesai, pasien akan dipindahkan keruang pulih sadar. Untuk pasien
yang dibius total sebelum pindah pasien dibangunkan dahulu dari biusnya. Namun
pada pasien operasi besar yang memerlukan perawatan ICU pasien tidak transit di
ruang pulih sadar melainkan langsung dikirim ke ICU oleh dokteranestesi dan
perawat anestesi.
3.
Di Ruang
pulih sadar
Setelah operasi
selesai disebut sebagai fase pascaoperatif yaitu suatukondisi dimana pasien
sudah masuk ruang pulih sadar samapai
pasien dalam kondisi sadarbetul untuk dibawa keruang rawat inap.Diruang
pulih sadar, pasien akan dimonitor jalan nafasnya, saturasioksigen,
perdarahannya. Setelah kondisi pasien stabil,petugas ruang pulih sadar akan
menghubungi ruangan untuk menjemput pasien.
Kegiatan di kamar operasi selesai dan
pasien kembali ke ruangan.
0 comments:
Post a Comment