Monday, March 6, 2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN SAP: Persiapan operasi, Kamar operasi dan Alur masuk kamar operasi

SATUAN ACARA PENYULUHAN
SAP

Pokok bahasan               : Menurunkan kecemasan pasien dan penunggu pasien pre operasi
Sub Pokok Bahasan       : Persiapan operasi, Kamar operasi dan Alur masuk
 kamar operasi
Sasaran                           : Pasien dan penunggu pasien pre operasi
Target                             : Pasien dan penunggu pasien pre operasi di ruang ...
Waktu                            : 1x 45 menit
Hari/tanggal                   : Jum’at, 24 April 2014, pukul 08.30 WIB
Tempat                           : Depan ruang ...
Penyaji                                       :

I. Latar Belakang

            Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada  integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stress fisiologis maupun psikologis. Setiap pasien pre operasi akan mengalami reaksi emosional berupa kecemasan. Penyebab kecemasan pasien sebelum operasi diantaranya takut nyeri, takut idak bangun karena dibius dan takut menghadapi ruang operasi, peralatan dan petugas operasi.Oleh karena itu pasien dan keluarga perlu mendapat penyuluhan tentang prosedur masuk ruang operasi dan urutan kegiatan selama diruang operasi.

II. Tujuan Instruksional
a. Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, pasien tidak lagi cemas/takut untuk masuk ruang operasi dan menghadapi operasinya begitu pula dengan keluarganya.
b. Khusus:
Setelah mengikuti proses penyuluhan klien dan keluarga diharapkan mampu:
1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan  operasi ?
2.      Menyebutkan 3 persiapan pasien operasi
3.      Menjelaskan apa yang disebut kamar operasi?
4.      Menyebutkan 3 profesi yang ada dalam team operasi?
5.      Menyebutkan 3 peralatan didalam kamar operasi
6.      Menyebutkan 3 prosedur/kegiatan pasien didalam kamr operas
III. Materi
      (terlampir)
IV. Metode
1.      Ceramah
2.      Diskusi
3.       Tanya jawab
V. Media
1.         LCD
2.        Leaflet
VI. Kegiatan Penyuluhan

No
Kegiatan
Respon peserta
Waktu
1
Pendahuluan :
Ø Menyampaikan salam
Ø Perkenalan
Ø Menjelaskan tujuan
Ø Apersepsi

Ø Menjawab salam
Ø Mendengarkan
Ø Memberikan respon


5 menit


2





Penjelasan Materi :
1.    Definisi operasi
2.    Persiapan pasien operasi
3.    Definisi kamar operasi
4.    Bagian –Bagian kamar operasi
5.    Profesi dalam team operasi
6.    Peralatan didalam kamar operasi
7.    Alur pasien didalam kamar operasi

Mendengarkan dan memperhatikan




25 menit




3

Penutup
a.    Tanya jawab dan evaluasi



b.    Menyimpulkan materi

c.    Salam penutup




Menanyakan hal-hal yang belum jelas dan menjawab pertanyaan dari penyuluh
Mendengarkan
Menjawab salam


15 menit

 

VII. SETING TEMPAT


VIII. PENGORGANISASIAN

Penyuluh                :  …
Fasilitator               :  …
Moderator              : 

IX. Evaluasi
Evaluasi proses :
- Peserta hadir tepat waktu
- Peserta aktif bertanya dan menjawab
- Acara berjalan tepat waktu dan tanpa gangguan
Evaluasi hasil:
Tanya jawab lisan dengan pertanyaan sbb:
1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan  operasi ?
2.      Sebutkan 3 persiapan pasien operasi
3.      Jelaskan apa yang disebut kamar operasi?
4.      Sebutkan 3 profesi yang ada dalam team operasi?
5.      Sebutkan 3 peralatan didalam kamar operasi
6.      Sebutkan 3 prosedur/kegiatan pasien didalam kamr operasi

                 

X. DAFTAR PUSTAKA

 http://www.abrorshodiq.wordpress.com/kamar-operasi-1/ diambil pada7 april 2014.pukul 10.00 WIB

 http://www.cintabedah.weebly.com/kamar-operasi.html/ diambil pada 7 april 2014 pukul 10.00 WIB.
Muttaqin,Adan Sari..2009.Asuhan Keperawatan Perioperatif Konsep, proses,dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.

Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &Suddarth.
Vol. 2. Jakarta: EGC.

 http://www.leviani232844.blogspot.com/.../perawatan-sebelum-op...‎/ diambil tangga






















Lampiran
Pre Operasi, Kamar Operasi dan Alur masuk kamar operasi

I.  Pre Operasi
A.  Pengertian
           Operasi  merupakan  tindakan  pembedahan  pada  suatu  bagian  tubuh (Smeltzer and Bare, 2002).
            Preoperatif  adalah  fase  dimulai  ketika  keputusan  untuk  menjalani operasi  atau  pembedahan  dibuat  dan  berakhir  ketika  pasien  dipindahkan  ke meja operasi ( Smeltzer and Bare, 2002 ). pasien  preoperasi  akan mengalami  reaksi  emosional  berupa  kecemasan. 
Berbagai  alasan  yang  dapat menyebabkan  ketakutan/kecemasan  pasien  dalam  menghadapi  pembedahan antara lain :
1.         Takut nyeri setelah pembedahan 
2.         Takut  terjadi  perubahan  fisik,  menjadi  buruk  rupa  dan  tidak  berfungsi normal (body image)
3.         Takut keganasan (bila diagnosa yang ditegakkan belum pasti)
4.         Takut/cemas  mengalami  kondisi  yang  sama  dengan  orang  lain  yang mempunyai penyakit yang sama.
5.         Takut/ngeri  menghadapi  ruang  operasi,  peralatan  pembedahan  dan petugas.
6.         Takut mati saat dibius/tidak sadar lagi.
7.         Takut operasi gagal.
       Ketakutan  dan  kecemasan  yang  mungkin  dialami  pasien  dapat mempengaruhi  respon  fisiologis  tubuh  yang  ditandai  dengan  adanya perubahan-perubahan  fisik  seperti  :  meningkatnya  frekuensi  nadi  dan pernafasan, gerakan-gerakan tangan yang tidak terkontrol, telapak tangan yang lembab, gelisah, menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, sulit tidur, dan sering berkemih.
Persiapan fisik maupun pemeriksaan penunjang serta persiapan mental sangat  diperlukan  karena  kesuksesan  suatu  tindakan  pembedahan  klien berawal  dari  kesuksesan  persiapan  yang  dilakukan  selama  tahap  persiapan. Kesalahan  yang  dilakukan  pada  saat  tindakan  preoperatif  apapun  bentuknya dapat  berdampak  pada  tahap-tahap  selanjutnya,  untuk  itu  diperlukan kerjasama  yang  baik  antara  masing-masing  komponen  yang  berkompeten untuk  menghasilkan  outcome  yang  optimal,  yaitu  kesembuhan  pasien  secara paripurna . 
B. Jenis-jenis operasi
1.Citto                    : Kondisi darurat
     
2. Elektif                : Terencana, memerlukan persiapan
C.  Persiapan pasien
1.  Persiapan Fisik
a.         Status kesehatan fisik secara umum
b.        Status Nutrisi
c.         Keseimbangan cairan dan elektrolit
d.        Kebersihan lambung dan kolon
e.         Pencukuran daerah operasi
f.             Personal Hygine
g.        Pengosongan kandung kemih 
2.  Persiapan Penunjang
a.         Pemeriksaan  Radiologi  dan  diagnostik,  seperti  :  Foto  thoraks,
b.        Pemeriksaan  Laboratorium,  berupa  pemeriksaan  darah 
c.         Biopsi
d.        Pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD).
3.  Pemeriksaan Status Anestesi
                    Pemeriksaaan  status  fisik  untuk  dilakukan  pembiusan  ditujukan  untuk keselamatan  selama  pembedahan.  Sebelum  dilakukan  anestesi  demi kepentingan pembedahan, pasien akan mengalami pemeriksaan status fisik yang diperlukan untuk menilai sejauh mana resiko pembiusan terhadap diri pasien. 
4.  Informed Consent
Berisi persetujuan operasi dan persetujuan anestesi yang ditandatangani oleh pasien dan disaksikan oleh keluarga. Hal ini  sangat  penting  terkait  dengan  aspek  hukum, tanggung jawab dan tanggung gugat. Baik pasien maupun  keluarganya  harus  menyadari  bahwa  tindakan  medis,  operasi sekecil apapun mempunyai resiko.
II.  Kamar Operasi
Kamar operasi adalah suatu unit khusus di rumah sakit, tempat untuk melakukan tindakan pembedahan, baik elektif maupun akut, yang membutuhkan keadaan suci hama (steril). 
A.      Bagian Kamar Operasi
1. Secara umum lingkungan kamar operasi terdiri dari 3 area.
a.  Area bebas terbatas (unrestricted area)
Pada area ini petugas dan pasien tidak perlu menggunakan pakaian khusus kamar operasi..
b.   Area semi ketat (semi restricted area)
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus  kamar operasi yang terdiri atas topi, masker, baju dan celana operasi.
c.   Area ketat/terbatas (restricted area).
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus kamar operasi lengkap yaitu : topi, masker, baju dan celana operasi serta melaksanakan prosedur aseptic.
  1. Ada ruangan persiapan untuk serah terima pasien dari perawat ruangan kepada perawat kamar operasi
2.      Peralatan
Peralatan yang digunakan didalam kamar operasi antara lain:
a.       Meja operasi: tempat tidur pasien yang akan dioperasi.
b.       Lampu Operasi
c.       Bed set monitor: Alat untuk memonitor kondisi pasien selama operasi: meliputi Tekanan Darah, Nadi, Respirasi, Denyut jantung.

B.   Team kamar operasi 
Dalam setiap kalipelaksanaan operasi, ada beberapa profesi yang terlibat didalamnya.
1.
Operator: merupakan pembedah yang menentukan jalannya operasi
2.
Asistenoperator: membantu operator dalam bertindak.
3.
Scrubnurse : merupakan perawat yang bertugas memberikan alat atau  instrumen operasi.
4.Circulating nurse : perawat non steril yang membantu memfasilitasi operasi
5.
Dokter anestesi : Dokter yang  membius pasien.
6.Perawat anestesi: Perawat yang memfasilitasi  dokter anestesi dan mendampingi pasien selama proses operas

C. Prosedur/kegiatan pasien di kamar operasi
1.    Proses  penerimaan pasien
Perawat mengkaji identitas pasien dengan mencocokan identitas di gelang dengan di status pasien yang meliputi: Nama Pasien, Umur, Jenis Pembedahan dan Dokter yang akan melakukan pembedahan. Kemudian disesuaikan dengan jadwal yang terpampang dipapan. Setelah didentifikasi pasien akan dibawa kekamar operasi kemudian pindah ke meja operasi.
2.    Kegiatan di  Kamar Operasi
Fase ini disebut sebagai fase intra operatif, pasien akan mengalami berbagai prosedur. Antara lain:
1.        Prosedur pemberian anestesi/Pembiusan
2.        Pengaturan posisi bedah
3.        Tindakan pembedahan
Setelah pemebedahan selesai, pasien akan dipindahkan keruang pulih sadar. Untuk pasien yang dibius total sebelum pindah pasien dibangunkan dahulu dari biusnya. Namun pada pasien operasi besar yang memerlukan perawatan ICU pasien tidak transit di ruang pulih sadar melainkan langsung dikirim ke ICU oleh dokteranestesi dan perawat anestesi.
3.              Di  Ruang pulih sadar
Setelah operasi selesai disebut sebagai fase pascaoperatif yaitu suatukondisi dimana pasien sudah masuk ruang pulih sadar samapai  pasien dalam kondisi sadarbetul untuk dibawa keruang rawat inap.Diruang pulih sadar, pasien akan dimonitor jalan nafasnya, saturasioksigen, perdarahannya. Setelah kondisi pasien stabil,petugas ruang pulih sadar akan menghubungi ruangan untuk menjemput pasien.
            Kegiatan di kamar operasi selesai dan pasien kembali ke ruangan.

0 comments:

Post a Comment

© 2011 Amazing Video All The Tim3, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena